Connect with us

Published

on

Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang menatapmu dari gelap, meski matamu yakin hanya kosong yang ada?

Atau merasakan sakit tiba-tiba yang tak bisa dijelaskan dokter, seolah tubuhmu sedang diperhitungkan oleh tangan tak terlihat?

Di balik keheningan malam dan langkah yang tertahan, mungkin saja seseorang sedang menyingkap kekuatan yang tak kasat mata — kekuatan yang dikenal dengan nama santet.

Santet bukan sekadar cerita hantu atau mitos desa. Ia adalah ilmu gelap yang dipercaya bisa mengirimkan penyakit, malapetaka, atau bahkan kematian melalui energi gaib. Di beberapa wilayah di Indonesia, kisah santet sudah ada sejak ratusan tahun lalu, turun-temurun dari satu generasi ke generasi lain, dan selalu dibicarakan dengan suara pelan, penuh rasa takut.

Awal Mula Teror Santet

Menurut kepercayaan masyarakat, santet lahir dari niat jahat seseorang yang ingin menyakiti orang lain tanpa terlihat.

Ritual ini tidak selalu dilakukan di tempat gelap atau dengan alat yang menakutkan; kadang cukup dengan niat dan mantra tertentu. Barang yang terkait dengan korban — seperti rambut, pakaian, atau bahkan benda sehari-hari — diyakini bisa menjadi media penghubung energi jahat.

Warga desa selalu memberi peringatan: jangan mengabaikan sakit yang datang tiba-tiba, mimpi buruk yang berulang, atau perasaan selalu diawasi, karena bisa jadi itu adalah pertanda santet sedang menargetmu.

Gejala yang Tak Terlihat tapi Menghantui

Orang yang terkena santet biasanya tidak menyadarinya pada awalnya.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

• Rasa lemas mendadak, seperti energi tubuh disedot.

• Mimpi buruk yang terasa begitu nyata, seakan disiksa oleh sosok tak terlihat.

• Penurunan kesehatan yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

• Suara-suara samar atau bisikan di malam hari.

Gejala ini membuat banyak orang merasa terperangkap antara dunia nyata dan dunia gaib, tidak tahu siapa yang menargetnya, atau bagaimana cara melindungi diri.

Ritual dan Cara Perlindungan

Meskipun terdengar menakutkan, masyarakat juga percaya ada cara untuk melindungi diri dari santet. Beberapa di antaranya adalah:

• Membawa benda bertuah atau jimat yang dipercaya dapat menolak energi jahat.

• Membaca doa atau ayat suci tertentu sesuai kepercayaan.

• Menggunakan ritual pembersihan spiritual untuk menetralkan pengaruh santet.

Namun, tidak semua santet bisa dilawan dengan cara sederhana. Orang yang menguasai ilmu santet kadang memiliki kemampuan untuk menyembunyikan niat jahatnya, membuat korban tidak tahu siapa pelaku sebenarnya.

Cerita Nyata yang Menakutkan

Di beberapa desa di Jawa dan Sumatera, ada kisah orang yang tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal, dan dipercaya karena santet.

Ada pula yang menceritakan bayangan hitam yang selalu muncul di tepi rumah, atau mimpi yang sama setiap malam, selalu dengan sosok yang sama — sosok yang diyakini sebagai perantara santet.

Cerita ini membuat warga desa selalu berhati-hati. Mereka menyalakan lampu sepanjang malam, menutup jendela rapat-rapat, dan tidak sembarangan meminjam atau memberikan benda pribadi. Karena dalam kepercayaan mereka, santet bisa datang dari hal-hal paling kecil yang kita anggap biasa.

Ketika Teror Gaib Menjadi Nyata

Santet bukan sekadar cerita horor untuk menakut-nakuti. Ia adalah simbol dari niat jahat yang bisa mengintai di balik senyum orang terdekat, di balik benda sehari-hari, atau bahkan di balik mimpi yang tampak biasa.

Jika suatu malam kamu merasakan sakit tiba-tiba, mimpi yang sama berulang, atau rasa diawasi yang tak bisa dijelaskan… berhati-hatilah.

Mungkin saja, dari balik bayangan itu, ada mata yang menunggu, mengirimkan teror gaib yang hanya bisa dirasakan, bukan dilihat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending