Di Jakarta Selatan, ada sebuah tempat yang selalu dihindari setelah gelap: TPU Jeruk Purut. Di siang hari, makam ini terlihat biasa—papan nisan berjajar rapi, pepohonan rindang, dan jalan setapak yang tenang. Tapi saat malam tiba… suasana berubah total. Angin sepoi menjadi bisikan, bayangan yang tampak diam di siang hari kini terasa mengintai dari sudut gelap.
Mereka yang berani lewat malam hari sering mengaku mendengar suara langkah kaki, tangisan samar, atau bahkan suara seram yang terdengar seperti bisikan di telinga. Tak jarang pula, cahaya aneh muncul tanpa sumber, mengambang di antara pusara-pusara yang tua dan berlumut.
Apa yang membuat TPU ini begitu terkenal dengan cerita mistisnya? Dan kenapa banyak orang percaya bahwa malam di Jeruk Purut bukan hanya sunyi, tapi penuh dengan teror yang tak kasat mata?
Legenda Pastor Kepala Buntung yang Salah Pulang
Menurut cerita yang beredar luas di masyarakat Jakarta, TPU Jeruk Purut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir manusia biasa. Di sana dipercaya gentayangan sosok seorang pastor yang telah kehilangan kepalanya—sosok yang berjalan mencari makamnya sendiri, namun tidak pernah benar‑benar pulang.
Penduduk sekitar mengisahkan, pada malam hari, suara langkah kaki yang tak jelas arahnya sering terdengar dari lorong makam. Kadang suara itu berhenti di dekat nisan tertentu, kemudian terdengar lagi langkah yang menjauh tanpa wujud yang jelas. Yang lebih menakutkan lagi, beberapa pengunjung yang tak sengaja lewat sering merasa seperti diawasi oleh sosok tak kasat mata.
Selain itu, TPU ini juga dikaitkan dengan penunggu gaib, sosok misterius yang menjaga makam-makam tertentu. Orang-orang yang pernah mengunjungi makam pada malam hari sering melihat bayangan gelap melintas di antara pepohonan, seolah memperingatkan agar mereka menjauh. Bahkan beberapa saksi mengatakan, mereka merasa disentuh oleh tangan yang tak terlihat saat melewati lorong nisan tertentu.
Suara Tangisan dan Langkah Kaki yang Tak Pernah Reda
Yang paling menyeramkan dari TPU Jeruk Purut adalah suara yang muncul dari kegelapan. Langkah kaki yang tidak jelas arah, tangisan bayi atau wanita, hingga bisikan samar yang terdengar di telinga beberapa orang—semua itu membuat siapa pun yang berani datang malam hari merasa tidak sendirian.
Fenomena ini membuat TPU Jeruk Purut dikenal sebagai salah satu tempat angker di Jakarta. Banyak orang percaya, suara-suara itu bukan sekadar halusinasi. Ada yang yakin bahwa suara tersebut berasal dari arwah penasaran yang belum tenang, atau dari makhluk halus yang mengintai manusia yang melewati wilayahnya.
Bayangan yang Mengintai di Tengah Malam
Selain suara, banyak pengunjung melaporkan melihat bayangan samar yang bergerak di antara nisan-nisan tua. Sosok ini terkadang tampak berdiri diam, mengamati siapa saja yang lewat, dan hilang begitu saja saat didekati. Beberapa orang bahkan mengaku merasakan hawa dingin ekstrem, seperti ada sesuatu yang melekat di tubuh mereka tanpa terlihat.
Fenomena ini membuat malam di TPU Jeruk Purut berbeda jauh dari siang harinya. Sunyi dan sepi, namun sarat dengan aura menakutkan yang sulit dijelaskan dengan logika.
Peringatan dari Warga dan Pengalaman Nyata
Warga sekitar biasanya menasehati agar tidak pernah mengunjungi makam ini setelah malam tiba, apalagi sendirian. Mereka percaya bahwa arwah-arwah yang gentayangan bisa mengikuti dan mengganggu siapapun yang berani melintas, terutama mereka yang penasaran atau kurang hormat.
Beberapa pengalaman nyata yang sering diceritakan termasuk:
• Melihat penampakan wanita berpakaian putih di antara nisan.
• Merasakan sentuhan dingin di bahu atau tangan.
• Mendengar suara tangisan bayi yang terus membesar.
Sunyi yang Menyimpan Teror
TPU Jeruk Purut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir manusia. Bagi mereka yang percaya dunia gaib ada di sekitar kita, makam ini adalah panggung bagi arwah-arwah yang belum tenang dan makhluk halus yang menjaga batas antara dunia nyata dan kegelapan.
Jika suatu malam kamu melewati makam ini dan mendengar bisikan, langkah, atau tangisan yang samar, berhentilah sejenak. Jangan mencoba mengikuti suara itu. Di TPU Jeruk Purut, malam lebih dari sekadar gelap—ia penuh dengan misteri yang bisa membuat bulu kuduk merinding dan rasa takut tinggal bersama kamu jauh setelah kamu meninggalkan tempat itu.
You must be logged in to post a comment Login