Bayi bajang bukan cerita yang dibicarakan sembarangan. Di desa itu, orang tua hanya menyebutnya seperlunya, biasanya sebagai peringatan, bukan untuk menakut-nakuti. Konon, makhluk ini berasal dari arwah bayi yang meninggal sebelum sempat menjalani kehidupan, lalu terikat di dunia manusia karena suatu sebab yang tidak pernah benar-benar dijelaskan.
Sebagian warga percaya, bayi bajang muncul bukan untuk mengganggu tanpa alasan. Ia hadir di tempat-tempat yang menyimpan masa lalu kelam—rumah kosong, kebun lama, atau lokasi yang pernah menjadi saksi kejadian tragis. Karena itu, setiap suara tangisan yang terdengar di malam hari selalu diabaikan. Tidak ada yang berani mencari sumbernya.
Legenda Bayi Bajang: Makhluk Gaib yang Tak Pernah Tenang
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Nusantara, bayi bajang dikenal sebagai sosok mistis dengan wujud menyeramkan—bukan sekadar bayi biasa. Konon arwah bayi yang tidak tenang, terutama yang meninggal tak wajar atau tanpa ritual lengkap, berubah menjadi entitas yang gentayangan, membawa teror pada mereka yang lengah.
Bayi bajang bukan sekadar cerita anak-anak. Ia dipercaya bisa muncul di malam hari dengan suara tangisan yang sunyi namun menusuk, memanggil perhatian para penduduk yang tidak sengaja melewati batas gelap.
Suara Tangisan yang Tak Biasa… Tapi Terasa Begitu Nyata
Orang yang pernah mendengar cerita ini menggambarkan pengalaman yang sama:
Suara tangis itu tidak lembut seperti bayi biasa.
Nada suaranya tajam, menggema di lorong gelap rumah, sampai membuat bulu kuduk berdiri.
Malam demi malam, suara itu datang dari tempat yang sama pula—sebuah rumah tua di ujung desa yang sudah lama ditinggalkan. Penduduk sekitar percaya suara itu bukan sekadar angin. Mereka yakin itu adalah panggilan dari sesuatu yang tak terlihat.
Janin yang Tak Pernah Beristirahat
Legenda lain yang lebih gelap menyebutkan bahwa bayi bajang merupakan arwah bayi yang tidak pernah mendapatkan pemakaman atau ritual yang seharusnya, entah karena kematian saat lahir, keguguran, atau sebab misterius lainnya. Ruh bayi itu lalu berubah menjadi entitas gaib yang terus mencari sesuatu—entah itu kedamaian, atau… balas dendam.
Beberapa versi cerita bahkan mengatakan bahwa makhluk seperti ini sering dikaitkan dengan praktik-praktik misterius seperti pesugihan gaib, di mana roh bayi dipanggil untuk membantu urusan duniawi dengan imbalan yang menakutkan.
Bayangan di Tengah Malam
Desa yang damai itu berubah suasana saat bulan purnama tiba. Para pemuda yang nekat keluar rumah pada malam hari sering berbicara tentang bayangan kecil yang bergerak di sela pepohonan, sesosok yang tak punya wajah jelas namun selalu tampak mengikuti langkah mereka.
Suara tangisan bayi kecil namun merenggut damai hidup, terdengar makin kuat saat angin malam seperti menjerit. Penduduk tua memperingatkan:
“Jangan pernah mendekati suara yang tidak biasa itu…”
Karena disebut-sebut, siapa pun yang mencoba mengikuti tangisan tersebut akan terseret oleh bayangan ke kegelapan yang tidak bisa ia pahami.
Sesuatu yang Lebih Baik Dibiarkan
Hingga kini, tidak ada yang berusaha membuktikan keberadaan bayi bajang secara langsung. Bagi warga desa, beberapa hal memang lebih baik dibiarkan apa adanya. Tidak ditantang, tidak dicari, dan tidak dibicarakan berlebihan.
Karena di tempat-tempat yang jauh dari cahaya kota, malam menyimpan lebih dari sekadar kesunyian. Dan ketika suara tangisan itu kembali terdengar, semua orang tahu satu hal:
ada cerita lama yang belum pernah benar-benar selesai…
You must be logged in to post a comment Login